Selamat hujan-hujanan di balik Hujan Matahari

img_20170103_174825Hujan dan matahari adalah perpaduan yang unik, saling bergantung, menjadi sebab dan akibat. Hujan dan Matahari memaksa orang-orang berlindung di balik tempat-tempat teduh. Kecuali orang-orang yang berani menghadapi dingin dan terik.

Bagaimana bila hujan itu berbentuk cahaya matahari. Dimana sinarnya seperti tetes-tetes air, tidak lagi hanya memberikan kesejukan tapi juga menerangi. Tidak ada lagi cerita hujan dengan mendung gelap. Tapi hujan dalam suasana yang cerah.

Hujan matahari lahir sebagai sebuah tetes-tetes perenungan. Dikemas dalam tulisan-tulisan yang beragam. Bermaksud memberi tahu bahwa hidup ini sungguh menyimpan banyak pembelajaran. Setiap orang menjadi hujan sekaligus matahari bagi orang lain. Datang ke dalam hidup seseorang untuk memberikan pembelajaran. Pergi pun meninggalkan pembelajaran.

Selamat hujan-hujanan!

Membaca tulisan pada sampul belakang di buku ini memang tidak akan menjawab rasa penasaran kita dengan cerita-cerita dari Kurniawan Gunadi. Bagi peselancar sosial media Tumblr, nama penulis yang satu ini memang tidak asing. Dikenal sebagai sosok yang ahli dalam mengungkap makna kehidupan, cinta, rasa dan kasih sayang tidak hanya secara horizontal (sesama manusia), tapi juga secara vertikal (terhadap Allah SWT). Namun, dengan pemahaman yang baik dan cara yang sederhana.

Buku yang berjudul Hujan Matahari ini terbagi dalam tiga sesi, Gerimis, Hujan dan Reda. Bagi saya, sulit untuk berhenti membaca buku ini. Lembar demi lembar menawarkan cerita yang tanpa sadar membuat saya tersenyum, tertawa, mengangguk-angguk, sesekali tersipu malu bahkan hingga menitikkan air mata, lalu berkata “Yah, inilah hidup!”

Dan yang paling saya sukai dalam Hujan Matahari ini adalah Mencintai-Mu. Bagaimana cara Kurniawan Gunadi mengkorelasikan sikap seseorang kala menghadapi orang yang disukainya dengan sikap seseorang kala menghadap kepada Sang Pencipta-Nya. Seolah refleksi dan renungan terhadap diri saya pribadi, apakah saya (sungguh) benar-benar mencintai Tuhan saya, Allah SWT?

Serta tulisan yang berjudul “Tujuan”. Aku bukan pilihan, aku tujuan. Tampaknya Kurniawan Gunadi paham betul isi hati seorang perempuan dan hal tersebut dia tuangkan dalam bahasa yang ringan namun tetap berbobot. Bahwa perempuan ingin menjadi satu-satunya yang dituju, bukan satu dari sejumlah pilihan yang ada.

Mas Gun, terima kasih atas Hujan Matahari. Terima kasih sudah membuat banyak orang berbasah-basahan meski cuaca sedang terik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s