The Pursuit of Happiness

Film ini bercerita tentang perjuangan Chris Gardner, (Will Smith) seorang salesman yang akhirnya sukses menjadi pialang saham yang kaya. Chris dan Linda (istrinya) hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka yang berusia 5 tahun, Christopher (Jaden Smith). Awalnya, Chris bekerja sebagai seorang salesman yang menjual produk kedokteran yaitu scanner tulang portable. Karena dinilai mahal, usaha Chris untuk menjual produk tersebut tidak berjalan mulus. Hingga akhirnya dia mengalami masalah keuangan yang menyebabkan istrinya meninggalkan Chris dan anaknya.

Kondisi keuangan Chris menjadi semakin parah dan dia pun diusir dari kontrakannya karena tidak bisa membayar biaya sewa apartemen selama berbulan-bulan. Dia dan anaknya akhirnya harus tinggal di toilet di stasiun kereta api, sambil menjalani proses pendidikan dan seleksi menjadi pialang di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds selama 6 bulan tanpa gaji. Di akhir cerita, Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan direkrut menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

The Pursuit of Happiness menciptakan sosok Chris yang pintar, teguh dan pantang menyerah dalam mengejar impiannya. Di film ini pun, kita akan mengetahui bagaimana peliknya kehidupan yang dialami Chris sampai dia akhirnya ditinggalkan istrinya dan harus merawat anaknya seorang diri. Tapi, hal tersebut tidak membuat Chris patah semangat.

Film biografi yang disutradari oleh Gabriele Muchino dan rilis di tahun 2006 ini pun menyajikan hubungan antara ayah dan anak. Bagaimana Chris bisa berperan sebagai orangtua tunggal saat mengalami masalah keuangan. Di film the Pursuit of Happiness inilah, kita bisa melihat perkawinan karakter Will Smith dan Jaden Smith yang memang adalah ayah dan anak di dunia nyata, bisa dengan luwes memerankan tokoh Chris Gardner dan Christopher Gardner. Meski masih kecil, Jaden Smith tampaknya memiliki bakat alami yang diturunkan dari sang ayah. Hal tersebut bisa terlihat dari reaksi dan mimik wajahnya yang natural dalam memerankan anak berusia lima tahun yang menemani ayahnya berjuang mewujdukan impian.

Ada satu adegan yang cukup menarik dalam film The Pursuit of Happiness ini, yaitu setelah Chris diusir dari kamar motel, tempat dia menginap bersama anaknya selama berhari-hari. Keduanya lalu pergi mencari tempat tinggal baru dan berhenti di sebuah stasiun. Untuk menghibur anaknya, Chris bermain peran seolah-olah alat scanner-nya adalah mesin waktu, yang membawa mereka ke jaman Dinosaurus. Sedikit terharu melihat adegan tersebut. Belum tentu kan kita bisa setegar itu menjalani hidup. Tapi mereka masih bisa menghibur diri dengan cara yang sederhana.

Banyak sekali kutipan dalam film The Pursuit of Happiness ini, misalnya:

I met my father for the first time when I was 28 years old. I made up my mind that when I had children, my children were going to know who their father was. Untuk pertama kalinya, aku bertemu dengan ayahku ketika berusia 28 tahun. Saat itu aku bertekad bahwa ketika aku memiliki anak-anak, mereka harus tau siapa ayahnya.

There was a man who was drowning, and a boat came, and the man on the boat said, “Do you need help?” and the man said “God will save me”. Then another boat came and he tried to help him, but he said “God will save me”, then he drowned and went to Heaven. Then the man told God, “God, why didn’t you save me?” and God said “I sent you two boats, you dummy!” Ada seorang laki-laki yang tenggelam, dan sebuah kapal boat menghampirinya, kemudian awak kapalnya berkata, “Apakah kamu butuh bantuan?”, laki-laki tersebut menjawab, “Tuhan akan menyelamatkanku.” Lalu kapal boat yang lain datang dan awak kapal tersebut berusaha menyelamatkan, namun laki-laki itu berkata, “Tuhan akan menyelamatkanku.” Akhirnya laki-laki itu mati tenggelam dan menuju ke surga. Di sana, dia bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, kenapa Engkau tidak menyelamatkanku?” dan Tuhan menjawab, “ Aku sudah mengirimkan dua kapal boat untukmu. Kamu yang bodoh!”

Can I say something? Um, I’m type of person that if you ask me a question and I don’t know the answer, I’m gonna tell you that I don’t know. But I bet you what, I know how to find the answer and I will find the answer. Bolehkah aku bicara sesuatu? Ehm, aku adalah tipikal orang yang jika kamu bertanya kepadaku dan aku tidak tau jawabannya, aku akan berkata aku tidak tau. Tapi aku berjanji bahwa aku akan mencari tau apa jawabannya.

Hey. Don’t ever let somebody tell you, “You can’t do something” Not even me. All right?. Hey. Jangan pernah membiarkan seseorang memberitahumu,”Kamu tidak bisa melakukan sesuatu.” Bahkan aku sekalipun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s